RIWAYAT HIDUP
S. Mengga lahir di kampung Lawarang, tanggal 28 Agustus 1926 (versi S. Mengga, tahun 1922). Initial "S" di depan namanya adalah singkatan dari kata Sayyid; sebuah sebutan khas bagi orang Arab keturunan Nabi MUHAMMAD SAW.
Ayah S. Mengga, adalah Sayyid Muhsin Alattas. Sedang ibunya bernama Hj. Cilla, salah seorang keturunan bangsawan Mandar dari garis keturunan Mara’dia Alu yang juga Mara’dia Balanipa yang ke-43, yaitu I Ga’ang atau Tomessu’ dengan gelar anumerta Tomatindo di Lekopa’dis. I Ga’ang adalah putra Mara’dia ke-36 bergelar anumerta Tomate Macci’da (mangkat tiba-tiba).
Dari pernikahan Sayyid Muhsin Alattas dengan Hj. Cilla, lahir 4 (empat) orang anak, yaitu: H.S. Husain Alattas (Puang Kosseng), H.S. Mahmud Alattas (Puang Mengga), Hj. Syarifah Berlian Alattas (Puang Barlian), dan H.S. Kaharuddin Alattas (Puang Bela). Sedang pernikahan Sayyid Muhsin dengan St. Saoda, lahir 2 (dua) orang putra yaitu: Sayyid Abdullah Alattas dan Sayyid Ali Alattas.
Sayyid Muhsin, selain menikahi 2 (dua) orang putri Mandar (Hj. Cilla dan Saoda), juga menikahi seorang gadis Jawa yang memberinya keturunan sepasang putri kembar bernama Syarifah Masna Alattas dan Syarifah Noer Alattas. Kedua saudari perempuan S. Mengga yang kembar ini menetap di pulau Jawa.



