Minggu, 03 November 2013

CINTA KEPADA RASULULLAH SAW. "TAPI"


NGGAK MAU KENAL PRIBADINYA

Kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Bener juga sih kalo mau dipikir-pikir. Gimana nggak, orang kalo kita di kendaraan umum kayak di bis or lagi di kereta api, kita cengok saja sendirian kalo pas nggak ngajak teman jalan bareng. Banyak orang sih di sekitar kita. Tapi yang terjadi kan masing-masing sibuk dengan urusannya. Boro-boro sayang ama kita, orang kenal saja nggak. Kadang sekadar nyapa pun nggak kita lakukan, kecuali kalo ada yang duluan nyapa kita sekadar basa-basi Bener apa bener?

Padahal nih ya, siapa tahu di antara puluhan orang yang lagi ada di sebuah gerbong kereta api, mungkin saja ada orang yang sebenarnya istimewa. Cuma, karena kita nggak kenal, ya adem-adem saja. Beda banget kan kalo misalnya yang ada di gerbong kereta tuh orang terkenal. Minamal tahu kalo doi tuh namanya si anu dan memiliki kemampuan tertentu yang kita kenal. Pernah lho, ada kejadian waktu seseorang di kapal ferry, ternyata di ruangan yang sama dengan salah satu artis top ibu kota. Eh, karuan saja banyak penumpang yang akhirnya ngerubutin pengen nanya, nyapa, dan bahkan foto bareng segala dengan doi. Hehehe… itu resiko jadi terkenal. Bahkan bisa saja orang kemudian penasaran pengen tahu pribadinya. Iya kan?

Rasulullah SAW terkenal di dunia
Sob, kalo kita ngeh dan tahu, Rasulullah s.a.w. tentu lebih terkenal. Emang sih, kita tahu juga soal Muahammad s.a.w. Setiap Muslim insya Allah tahu betul kalo Nabi Muhammad s.a.w. adalah Rasulullah. Maklumlah, setiap bulan Rabiul Awwal di masyarakat kita suka diadain peringatan Maulid Nabi. Yup, bulan Rabiul Awwal adalah satu dari 12 bulan dalam kalender Qamariah yang kayaknya  kita apal banget.

Kamis, 17 Oktober 2013

HABIB MUNZIR BIN FUAD ALMUSAWA (Pimpinan Majelis Rasulullah SAW)

Habib Munzir Almusawa (Majelis Rasulullah SAW)

Admin - pernah membaca kisah biografi Habib semasa beliau masih ada tetapi bacaan kali ini tak mampu rasanya untuk menghabiskannya, membaca sambil mengesat air mata, Moga Allahyarham berbahagia dengan rahmatNya disana.

Al Fatihah.

Biografi Al Arifbillah Al Habib Munzir bin Fuad Al Musawa

Habib Munzir bin Fuad Al Musawa

Innalillahi Wa Innailaihi Raji'un, Indonesia kembali berduka dengan dipanggilnya seorang Ulama besar yang karismatik, mempunyai Ilmu yang sangat luar biasa di usianya yang sangat muda. Beliau sangat dihormati oleh seluruh Ulama di Indonesia. Jutaan umat Islam pun menangisi kepergiannya yang sangat mendadak itu, pada hari Ahad 15 September 2013 pukul 15.30 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Beliau Meninggal di Usia 40 tahun.

Siapakah Beliau?

Beliau adalah Al Ustadz Al Mukarram Al Habib Munzir bin Fuad bin Abdurrahman bin Ali bin Abdurrahman bin Ali bin Aqil bin Ahmad bin Abdurrahman bin Umar bin Abdurrahman bin Sulaiman bin Yaasin bin Ahmad Almusawa bin Muhammad Muqallaf bin Ahmad bin Abubakar Assakran bin Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi Alghayur bin Muhammad Faqihil Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Marbath bin Ali Khali’ Qasim bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Almuhajir bin Isa Arrumiy bin Muhammad Annaqibm Ali Al Uraidhiy bin Jakfar Asshadiq bin Muhammad Albaqir bin ALi Zainal Abidin bin Husein Dari Fathimah Azahra Putri Rasul saw. Beliau lahir pada hari jum’at 23 februari 1973, bertepatan 19 Muharram 1393 H dari pasangan Habib Fuad bin Abdurrahman Al-Musawa dan Syarifah Rahmah binti Hasyim Al-Musawa.

Ayah Beliau, Habib Fuad Abdurrahman Almusawa, yang lahir di Palembang, Sumatera Selatan, dibesarkan di Makkah Al mukarramah, dan kemudian mengambil gelar Sarjana di Newyork University, di bidang Jurnalistik, yang kemudian kembali ke Indonesia dan berkecimpung di bidang jurnalis, sebagai wartawan luar negeri, di harian Berita Yudha, yang kemudian di harian Berita Buana, beliau menjadi wartawan luar negeri selama kurang lebih empat puluh tahun, pada tahun 1996 beliau wafat dan dimakamkan di Cipanas Cianjur Jawa Barat.”

Berikut adalah kisah mengenai Beliau yang ditulis sendiri oleh Beliau dalam situs resmi Beliau website Majelis Rasulullah :

Selasa, 23 April 2013

PERSPEKTIF PROF. DR. BUYA HAMKA TENTANG EKSISTENSI KETURUNAN SAYYIDINA MAHAMMAD SAW

Panggilan Habib atau Sayyid, Syarif dan lain-lain merupakan panggilan yang sering kita dengar untuk sebutan keturunan Rasululalh saw. Sebagian masyarakat menggunakan panggilan ini dan sebagian lain tidak. Ada juga yang tidak mengakui keturunan Rasulullah saw namun ada yang tidak. Berikut adalah pendapat Prof. Dr. Hamka dalam menerangkan masalah Gelar Sayid atau Habib yang cukup bijaksana.

H. Rifai, seorang Indonesia beragama Islam yang tinggal di Florijin 211 Amsterdam, Nederland, pada tanggal 30 Desember 1974 telah mengirim surat kepada Menteri Agama H.A. Mukti Ali dimana ia mengajukan pertanyaan dan mohon penjelasan secukupnya mengenai beberapa hal.
Oleh Menteri Agama diserahkan kepada Prof. Dr.H. Abdul Malik Karim Amrullah (HAKMA) untuk menjawabnya melalui PANJI MASYARAKAT, dengan pertimbangan agar masalahnya dapat diketahui umum dan manfaatnya telah merata.
Penulis

Rabu, 06 Maret 2013

PUTERI PUTERI RASULULLAH SAW


1. ZAINAB BINTI RASULULLAH SAW.

Zainab adalah putri tertua Rasulullah SAW.. Rasulullah SAW. telah menikahkannya dengan sepupu beliau, yaitu Abul 'Ash bin Rabi' sebelum beliau diangkat menjadi Nabi, atau ketika Islam belum tersebar di tengah-tengah mereka. lbu Abul 'Ash adalah Halah binti Khuwaylid, bibi Zainab dari pihak ibu. Dari pernikahannya dengan Abul 'Ash mereka mempunyai dua orang anak: Ali dan Umamah. Ali meninggal ketika masih kanak-kanak dan Umamah tumbuh dewasa dan kemudian menikah dengan Ali bin Abi Thalib ra. setelah wafatnya Fatimah ra.

Setelah berumah tangga, Zainab tinggal bersama Abul 'Ash bin Rabi' suaminya. Hingga pada suatu ketika, pada saat suaminya pergi bekerja, Zainab mengunjungi ibunya. Dan ia dapatkan keluarganya telah mendapatkan suatu karunia dengan diangkatnya, ayahnya, Muhammad SAW. menjadi Nabi akhir zaman. Zainab mendengarkan keterangan tentang Islam dari ibunya, Khadijah ra.. Keterangan ini membuat hatinya lembut dan menerima hidayah Islam. Dan keislamannya ini ia pegang dengan teguh, walaupun ia belum menerangkan keislamannya kepada suaminya, Abul 'Ash.